... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Sekularisasi Agama, Kapitalisme Ekonomi, dan Gaya Hidup Hedonis

Foto: Ustad Adian Husaini

KIBLAT.NET – Setelah sekularisasi kehidupan dari campur tangan agama, seluruh sudut kehidupan yang menyangkut hubungan antar manusia dan hubungan manusia dengan alam dibersihkan dari peran agama. Yang tersisa dari agama tinggal hubungan individu manusia dengan tuhan-nya.
Sekularisasi memantik perubahan tatanan kemasyarakatan dari pola komunal ke arah pola individual dengan semangat liberal dan pengagungan terhadap kebebasan individu secara mutlak. Kadang-kadang bahkan sangat ekstrem. Jangan heran jika di negara-negara yang menerapkan sekularisme-liberal secara pure seperti negara-negara Skandinavia, di ruang kuliah ketika dosen tengah menyampaikan kuliah di hadapan mahasiswa, di belakang ada sepasang mahasiswa-mahasiswi yang bercumbu. Pada kasus yang lain, ketika sepasang manusia bercumbu di rerumputan taman di pusat kota, mereka tidak dipersalahkan karena perbuatan asusila-nya, tetapi dituntut lantaran merusakkan rerumputan taman.

Jika hal itu kita teropong dengan pertimbangan syari’at dan akhlaq sebagai alat ukur dan cara pandang, betapa asingnya tata nilai yang meraka anut dengan tata-nilai Islam yang kita yakini. Kalau kita tidak merasakan keasingan itu, berarti kita telah terkontaminasi debu-debu sekularisme-liberal.
Tak ada tempat bagi manusia sekuler, penghargaan terhadap tampilan kesalehan di ruang publik. Sebaliknya juga tak ada celaan bagi tampilan ketidak-senonohan yang diperagakan di ruang publik sepanjang tidak mengganggu orang lain dan tidak merusak lingkungan.

Konsekuensi Logis
Ketika kasus pornografi marak berhembus di tengah masyarakat, tentunya dengan asumsi penyebaran kemesuman tersebut mayoritas melanda ummat Islam berdasarkan logika karena mayoritas penduduk negara ini adalah ummat Islam, tatkala akan diselesaikan dengan pendekatan hukum mengalami kesulitan. Mengapa? Landasan hakiki hukum yang diterapkan di masyarakat bekas jajahan Belanda ini adalah sistem hukum sekuler yang kafir. Nafas hukum itu sendiri kufur. Jadi bagaimana mungkin akan diharapkan untuk berpihak melindungi masyarakat Islam.

Sementara, jika hal itu ditilik dari sudut pandang hukum syari’at pun, persoalan itu kesulitan untuk dipecahkan ; ketiadaan pengakuan, kesulitan kesaksian jika dikenakan syarat persaksian hadd az-zina yang mensyaratkan 4 [empat] saksi harus berada pada tingkat keyakinan tanpa keraguan sama sekali menyaksikan kejadian itu sebagaimana mereka menyaksikan timba masuk ke dalam sumur. Kesaksian itu juga tidak dapat diwakili dengan gambar-gambar hasil pemotretan dari empat sudut pandang atau lebih, tidak juga dapat diwakili dengan rekaman gambar hidup alias video. Mengharapkan pengakuan dari para pelaku kemesuman tersebut secara suka rela, hampir mustahil, karena pengakuan suka rela biasanya disertai dengan kerelaan penerimaan hukum, pertobatan dilandasi harapan untuk terbebas dari balasan di akherat dengan menjalani hukuman dunia.

BACA JUGA  Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Padahal tersebarnya gambar tersebut di tengah masyarakat merupakan serbuan dekadensi akhlaq yang tidak lagi tertutup [sirri] tetapi sudah terbuka dan terang-terangan [‘alaniyah]. Tindakan yang mengundang datangnya murka Allah secara umum, tak sekadar menimpa pelaku [yang mungkin mungkir] oknum yang menyebarkannya, atau yang mengunduhnya di internet. Bahkan masyarakat yang tidak tahu-menahu ujung-pangkal kemesuman itupun terancam terkena bencana yang ditimbulkan. Untuk melindungi masyarakat awam yang tidak menginginkan dekadensi moral itu, juga tak ada payung hukum yang jelas dan tegas. Perdebatan soal itu tak pernah menyentuh esensi persoalan yang menjamin masalah tersebut tidak terulang. Ya! Memang menyedihkan hidup di bawah sistem sekuler-kufur bagi seorang muslim yang masih memiliki kecemburuan terhadap agamanya.

Persoalannya, hal itu merupakan konsekuensi logis dari sebuah pilihan. Ketika suatu masyarakat memilih jalan hidup bagi komunitasnya, pengambilan itu berlaku dari hulu sampai hilir. Tidak bisa dan tidak logis ketika kita mengambil pilihan sekularisme kehidupan dari peran agama, sementara kita menolak konsekuensi logis yang ditimbulkan dan menyumpah-nyumpah terhadap akibat buruknya.

Urutan Logis Proses Kesejarahan
Di Eropa, setelah sekularisasi kehidupan dari peran agama, spirit masyarakat komunal yang merupakan ciri abad pertengahan di Eropa, berubah secara drastis ke arah kehidupan masyarakat yang bercirikan semangat individualisme dengan pengakuan terhadap hak-hak pribadi secara mutlak. Kebebasan memilih agama, kebebasan untuk memilih antara beragama atau tidak beragama, kebebasan dalam berpendapat, kebebasan dalam kepemilikan, kebebasan dalam ekspresi seni dan lain-lain, seluruh segi kehidupan berubah.

Kebebasan dalam bidang ekonomi mendorong tumbuhnya pemupukan modal di tangan orang-orang kaya pemilik modal, sementara sebagian besar masyarakat merupakan kelompok buruh yang tidak memiliki kesempatan untuk memiliki modal dan mengembangkannya. Dari proses perubahan ini, tumbuhlah di tengah masyarakat sekelompok kecil manusia yang mengontrol modal dan faktor-faktor produksi sehingga semakin kaya, di tangannya ter-akulmulasi kekayaan luar biasa. Small group yang kekayaannya terus membesar, setiap perputaran harta terus menggelembungkan kekayaannya seperti bola salju.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Mereka inilah sebagian kecil manusia yang merupakan produk lanjut sekularisme-liberal, kehidupannya terlepas dari kendali moralitas agama, disemangati oleh kebebasan, di tangannya tersedia harta kekayaan yang terus membesar. Tak ada konsep kebahagiaan di akherat yang dengannya mereka melakukan investasi dan saving bagi kehidupannya mendatang dengan kekayaan berlimpah itu. Jika mereka mengulurkan tangan untuk berbagi dengan orang-orang miskin, pertimbangannya sebatas tanggung jawab sosial, tak lebih. Bukan karena ingin memetik balasan yang lebih besar di akherat nanti, karena mereka skeptis terhadap adanya hari akhir atau bahkan mengingkarinya.

Karena tak ada konsep kebahagiaan hidup sesudah mati yang mereka yakini, tentu saja orientasi hidup mereka adalah menikmati harta kekayaan tersebut sepuas-puasnya di tempat ini [baca di dunia] secepat-cepatnya. Jika hal itu tidak mereka lakukan, mereka khawatir kehilangan waktu untuk menikmatinya dan akhirnya kesempatan itu hilang. Inilah yang terungkap dengan pepatah mereka yang terkenal, Nikmati bunga tersebut sepuas-puasnya hari ini, karena besok pagi bunga itu akan layu. Pandangan hidup seperti ini disinyalir oleh Allah di dalam firman-Nya :
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan” [Al-An’aam : 29]

Gaya Hidup Hedonis
Menikmati dunia sepuasnya, setelah kunci-kunci kekayaan itu dibuka oleh Allah memang lebih ditakutkan oleh RasululLah shallalLaahu’alayhi wa sallam dibandingkan belitan kefakiran. Dalam salah satu makna sabda Beliau :
“Bukan kefaqiran yang aku takutkan menimpa kamu sekalian, akan tetapi yang lebih aku takutkan adalah ketika dihamparkannya kekayaan dunia terhadap kamu sekalian, kemudian kalian menikmati dunia itu sepuas-puasnya, kemudian kalian dihancurkan oleh Allah sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan [HR Bukhari-Muslim].

Hedonisme merupakan tubir jurang paling tepi dari tahapan kehancuran jalan hidup materialisme. Kota Pompeei dan penduduknya yang dikubur oleh Allah lengkap dengan ekspresi mereka tatkala adzab datang dengan tiba-tiba, merupakan monumen peringatan bagi penempuh jalan ini jika mau mengambil pelajaran.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Sekularisasi Agama, Kapitalisme Ekonomi, dan Gaya Hidup Hedonis”

  1. saya tertarik dengan artikel anda mengenai ekonomi, saya juga mempunya tulisan serupa mengenai ekononi, bisa dilihat, happy sharing :)

  2. Hilman

    Artikel nya sangat menarik dan mudah dipahami, silahkan kunjungi tulisan sejenis yang saya punya
    Disini

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Siyasah

Siapakah yang Bermain di Balik Konflik Suriah?

KIBLAT.NET – Bila semua sepakat bahwa Palestina dan Muslim etnis Rohingya sedang dizalimi dan harus...

Rabu, 22/05/2013 10:23 0

Suara Pembaca

Suriah: Antara Jihad dan Penggembosan Perjuangan

Ya Allah, malna gherak ya Allah… Ya Allah, ajjil nashrak ya Allah..Ya Allah, tak ada...

Rabu, 22/05/2013 10:21 0

Indonesia

ISAC: Kematian Tertuduh Teroris Basari Tidak Wajar

Solo (Kiblat.net) – Sekretaris The Islamic Study And Action Center (ISAC) Endro Sudarsono mengatakan tidak...

Rabu, 22/05/2013 10:09 0

Indonesia

Fadli Zon: IMF Pemicu Kerusuhan Mei 1998

Jakarta (Kiblat.net) – Kerusuhan Mei 1998 terjadi karena dipicu agenda Internasional Monetary Fund (IMF) di...

Rabu, 22/05/2013 09:48 0

Analisis

Inilah Akibatnya Bila Umat Islam Meninggalkan Jihad

KIBLAT.NET – Allah Yang Mahakuasa telah mewajibkan jihad kepada hamba-Nya yang beriman dan memberitahukan bahwa...

Rabu, 22/05/2013 09:21 1

News

Front Pembebasan Islam Suriah Umumkan Tewaskan 300 Tentara Syi’ah Hizbullah di Qushair

Qushair (kiblat.net) – Pejuang Front Pembebasan Islam Suriah mengumumkan menewaskan 300 anggota Hizbullah dalam pertempuran...

Rabu, 22/05/2013 07:00 0

News

Dua Ledakan Beruntun Guncang Degestan, Rusia

Dagestan (kiblat.net) – Dua ledakan beruntun mengguncang kota Shamilkala, ibukota negara bagian Dagestan, wilayah Kaukaz,...

Selasa, 21/05/2013 16:32 0

News

Hizbullah Akui Kesulitan Evakuasi Mayat Anggotanya ke Luar Qushair

Qushair (kiblat.net) – Pertempuran besar-besaran yang digulirkan pasukan syi’ah Hizbullah Lebanon dan pasukan Asad beberapa...

Selasa, 21/05/2013 14:00 1

Indonesia

Kasubdit Akademik Diktis Kemenag Sebut Ajaran Salafy Berbahaya

Jakarta (Kiblat.net) – Kasubdit Pengembangan Akademik Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Zain meminta...

Selasa, 21/05/2013 12:30 0

News

Sejumlah Markas Pejuang Boko Haram Dibombardir Pasukan Nigeria

Niger (kiblat.net) – Militer Nigeria, Senin (20/5/2013), mengumumkan bahwa pasukannya masih terlibat pertempuran sengit dengan...

Selasa, 21/05/2013 11:17 0

Close