FUI: Isu Teror Bom Kedubes Myanmar, Upaya Gagalkan Aksi Solidaritas Rohingya

Sekjen FUI, ustadz M.AL Khaththath
Sekjen FUI, ustadz M.AL Khaththath

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Forum Umat Islam  (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath menenggarai adanya penangkapan tiba-tiba terduga teroris oleh densus 88 bahwa terduga teroris membawa yang akan diledakkan di Kedubes Myanmar sangat janggal dan menyudutkan Umat Islam.

“Kami menganggap adanya terduga teroris pagi-pagi sebelum aksi solidaritas umat Islam Indonesia untuk muslim Rohingya Myanmar apalagi diberitakan besar-besaran oleh Densus bahwa terduga teroris mau meledakkan bomnya di Kedubes Myanmar adalah sangat aneh dan tendensius,” Kata ustadz Khaththath dalam rilisnya kepada an-najah.net, Jakarta, Jum’at (3/5/2013).

Ia berkeyakinan pemberitaan tersebut memiliki motivasi untuk menjatuhkan citara aksi solidaritas tersebut dan dikesankan aksi solidaritas terkait dengan terorisme.

“Tujuannya adalah untuk membuat citra buruk aksi solidaritas umat Islam dihadapan publik karena diasosiasikan bahwa aksi solidaritas seolah-olah dilakukan oleh kelompok teroris,”

Lebih dari itu, tujuan  utamanya adalah membatalkan aksi solidaritas untuk Rohingya dengan memainkan isu teror bom.

“Sehingga sebagian umat mungkin menjadi takut datang. Jadi, ada unsur untuk menggagalkan aksi,” tegas ustadz Khaththath.

Ustadz Khaththath berpendapat, terror Bom dengan dikaitkan kepada kedubes Myanmar berkemungkinan dibuat oleh aparat sendiri demi tujuan pencitraan.

“ Analisinya memang bisa ini disengaja dilakukan densus untuk cari muka, seolah-olah densus diperlukan karena masih ada teroris setelah akhir-akhir ini dituntut dibubarkan oleh berbagai pihak lantaran pelanggaran HAM,” cetusnya

BACA JUGA  Pengacara HRS Beberkan Bukti Tertulis di Sidang Praperadilan

KAMRA FUI Tetap Gelar Aksi Solidaritas

Kata ustadz Khaththath, memang terasa ada upaya menghalangi aksi. Ada upaya dari pihak kedubes  untuk ajak dialog tanpa aksi. Namun, pimpinan aksi KAMRA FUI menimbang untuk maslahat dakwah siap dialog dengan dubes sebagai delegasi perwakilan para demonstran untuk menyampaikan pandangan umat Islam oleh kaum Budhis dan tentara Myanmar sebagai pembersihan etnis muslim di Myanmar.

“Dan mendesak agar pembersihan etnis muslim di Myanmar dihentikan serta hak-hak mereka sebagai warga Negara diberikan,” lontarnya

Kalau tidak mau mengakui sebagai warga Negara, sambung Ustadz Khaththath hendaknya pemerintah Myanmar memberikan hak kepada kaum Muslim untuk mengatur  diri mereka sendiri.

“Berikan hak Muslim Rohingya bentuk Negara Islam Arakan sebagaimana dulu,” ucapnya.

Oleh karena itu, ustadz Khaththath menegaskan, pemberitaan bahwa target bom adalah Kedubes Myanmar terindikasi kuat sebagai upaya untuk menggagalkan aksi solidaritas untuk muslim Rohingya yang diadakan KAMRA FUI.

“Namun aksi solidaritas umat Islam untuk rohingya akan tetap jalan, dan minta kepada seluruh peserta,lascar, dan aparat keamanan untuk tetap bersikap kondusif dan tertib demi lancarnya aksi umat siang ini,” pungkasnya. (qathrunnada/an-najah.net)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat