Kekerasan Antara Muslim dan Pemerintah Thailand Meningakat di Pattani

KIBLAT.NET, Pattani – Polisi Thailand, Kamis (11/4/2013), mengatakan dua tentara pemerintah tewas dan enam lainnya luka-luka akibat sebuah ledakan bom dalam serangkaian serangan terkoordinasi di ujung selatan Thailand yang mayoritas penduduknya Muslim. Serangan itu didorong lantaran penjajahan yang dilakukan pemerintah Thailand terhadap wilayah muslim di wilayah tersebut.

Setidaknya terdapat 32 penyerangan, dari mulai pembakaran, peledakan bom dan penembakan senjata api, pada Rabu malam (10/4/2013) terhadap kantor-kantor pemerintahan, menara BTS untuk jaringan telepon seluler dan toko-toko kebutuhan makanan pokok di wilayah Pattani, salah satu dari tiga wilayah yang diumumkan dalam kondisi darurat.

Dalam sejumlah penyerangan hari Rabu tersebut, sejumlah tentara Thailand tewas akibat ledakan bom.

Pemberontakaan kaum muslimin diwilayah itu, tidak ada hubungannya dengan gerakan jihad global, akan tetapi apa yang mereka lakukan hanyalah untuk memprotes diskriminasi terhadap agama mereka (Islam) dan etnis Melayu yang mayoritas beragama Islam, di negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha. Di samping itu, menurut historis, tanah mereka telah dijajah oleh Thailand, yang mana Pattani dahulunya mempunya kerajaan Islam yang bernama Fathoni.

Perjuangan rakyat Muslim Pattani tersebut telah menewaskan lebih dari 5.500 orang. Konflik itu meningkat pada tahun 2004 di saat pemerintah Thailand melakukan berbagai macam penindasan terhadap mereka.

Beberapa minggu terakhir, pemerintah Thailand dan warga muslim mengadakan pembicaraan damai pertamakalinya. Namun, konflik yang terjadi dilapangan terus terjadi sehingga belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Dan menurut rencana, pertemuan itu akan digelar kembali pada 29 April mendatang untuk membicarakan hal tersebut. [hunef/annajah]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat