Tanggapi Pernyataan Al Qaidah Irak, FSA: Kami Berperang Hanya untuk Kebebasan Suriah

KIBLAT.NET, Ankara- Menanggapi pernyataan Tandzim Al Qaidah Irak tentang keterkaitannya dengan Jabhah Nusrah yang saat ini berjuang di Suriah, Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) menanggapi dengan perkataan ‘Kami berperang untuk kebebasan Suriah’.

Demikian kata bagian koordinasi politik pasukan FSA, Luay Miqdad. Ia mengatakan, “Ada banyak faksi di lapangan dan semua orang memiliki ideologi dan tujuan masing-masing. Akan tetapi tujuan pasukan pembebasan Suriah adalah menggulingkan rezim otoriter Bashar Al Asad dan membangun demokrasi sejati di mana semua orang dilakukan secara adil berdasarkan undang-undang negara” katanya dalam sambungan telefon dengan bbc Arab, Selasa (9/4/2013).

“Kami berperang hanya menginginkan Suriah lebih baik di masa yang akan datang, di mana setiap warga negara memiliki hak untuk hidup damai, dan dalam rangka membangun hari esok yang lebih baik untuk generasi-generasi Suriah setelah setengah abad mengalami pembantaian, represi dan pelanggaran yang di alami sehari-hari akibat kediktatoran rezim Asad” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa yang diinginkan pasukan FSA hanyalah ingin segera menyelesaikan peperangan, dan rakyat Suriah tidak ingin kembali dipimpin rezim diktator seperti Bashar Al Asad yang membatasi kebebasan berpendapat dan mendiskriminasi rakyatnya atas dasar keyakinan, politik, ideologi dan agama.

Ia menutup perkataannya dengan kembali menegaskan, “Kami berperang hanya untuk kebebasan dan menerapkan demokrasi sebenarnya (untuk rakyat Suriah), Duni Arab akan berubah suatu hari nanti, Suriah akan lebih baik dan lebih cerah” pungkasnya.

BACA JUGA  Komnas HAM: Penembakan Laskar Bukan Pelanggaran HAM Berat

Sebagaimana diberitakan, Daulah Islamiyah Iraq yang berafiliasi dengan Tandzim Al Qaidah, Senin (8/4/2013) merilis rekaman audio dari pimpinan mereka, Abu Bakar al Husaini al Baghdadi hafidzahullah. Pada rekaman tersebut beliau mengumumkan bahwa kelompok jihad yang beroperasi di daerah Suriah, Jabhah Nushrah adalah perpanjang dari Daulah Islamiyah Iraq.  Syaikh Abu Bakar al Baghdadi menegaskan bahwa Jabhah Nushrah menerima biaya operasional dari Daulah Islamiyah Iraq. Dalam hal ini, beliau mengumumkan bahwa nama Daulah Islamiyah Iraq dan Jabhah Nushrah tidak digunakan lagi, melainkan beliau mengumumkan secara resmi penggabungan dua kelompok tersebut dibawah Daulah Islamiyah Iraq dan Syam. [hunef/annajah]

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat