Rabu, 2 Zulqa'dah 1435 H / 27 Agustus 2014

Tiga Kitab Suci Al-Quran Ditemukan Berlumur Kotoran, Nganjuk Gempar

KIBLAT.NET, Nganjuk – Tiga Kitab Suci Alquran ditemukan berlumur kotoran di Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Namun, Kepolisian Resor Nganjuk Jawa Timur telah menahan pelaku dugaan pelecehan kitab suci Alquran yang sempat menggemparkan itu, di lokasi sekitar Masjid Al Islah, Nganjuk.

“Kami masih dalami kasus ini. Periksa saksi-saksi, untuk mengetahui persis insiden itu,” kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polres Nganjuk AKP Bambang Sutikno di Nganjuk, Sabtu (21/9) seperti dilaporkan ANTARA Jatim.

Pelaku sudah ditahan polisi dan masih dalam pemeriksaan. Namun, untuk nama pelaku, sampai saat ini masih dirahasiakan. Hanya disebutkan, pelaku sebelumnya adalah jamaah yang juga aktif di masjid tersebut, dan merupakan warga setempat.

Polisi juga belum bisa memastikan apakah kondisi mental dan psikologis pelaku terganggu. Polisi akan memeriksakan pelaku ke tim medis, guna mengetahui dengan pasti kondisinya. Jika terjadi gangguan mental, akan dilakukan upaya penyembuhan, tapi jika sehat, akan dilakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tiga Kitab Suci Alquran ditemukan berlumur kotoran di Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Informasi yang dihimpun, kejadian itu pertama diketahui oleh Saiful Anam (33), salah seorang petugas kebersihan Masjid Al Islah pada Rabu (4/9) lalu. Ia menemukan Alquran yang basah dan bau berada di bawah pohon di halaman masjid.

Kejadian kedua, terjadi saat secara tidak sengaja Samsuri (64), yang juga anggota takmir Masjid Al Islah kembali menemukan Alquran yang dimasukkan ke dalam tempat tidak pantas di masjid tersebut pada Jumat (6/9). Warga geram dengan ulah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Warga kembali marah ketika pada Senin (16/9) sekitar pukul 03.00 WIB, masih di lokasi masjid setempat, kejadian serupa terulang kembali.

Warga setempat bernama Siin (54) menemukan Alquran berlumuran kotoran. Penemuan tersebut akhirnya dilaporkan pada KH Soleh, imam masjid di desa itu. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngronggot. Polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga membawa tiga Kitab Suci tersebut sebagai barang bukti.

KH Soleh sendiri mengaku belum tahu motif pelaku pelecehan Kitab Suci Alquran ini. Ia berharap, polisi serius menangani kasus ini. “Tujuanya untuk apa kami belum tahu. Tapi kasus ini sudah kami laporkan ke polsek, agar diusut,” kata KH Soleh. [sdqfajar]

Leave a Reply