Kamis, 3 Syawwal 1435 H / 31 Juli 2014

Alasan Din Syamsuddin Hadiri Kongres Yahudi Sedunia

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat berbicara pada World Jewish Congress

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat berbicara pada World Jewish Congress

Jakarta (Kiblat.net) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku menghadiri pertemuan tokoh Yahudi sedunia. Din diundang untuk menyampaikan pidato di World Jewish Congress di Budapest, Hongaria dan berada di sana sejak 5-7 Mei 2013.

“Beberapa waktu lalu, saya berada di Budapest, Hongaria, untuk menghadiri Kongres Yahudi se-Dunia. Saya coba antisipasi, bila terjadi pro-kontra tentang kehadiran saya dalam Kongres Yahudi se-Dunia. Setelah saya menjelaskan tentang ajaran Islam kepada kaum Yahudi, Alhamdulillah tidak ada reaksi. Pintar-pintarnya media center,” kata Din disambut tawa hadirin saat memberi sambutan dalam peresmian Media Center di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (13/5) siang.

Sontak pernyataan tersebut mengundang daya tarik awak media, yang seusai acara melakukan konfirmasi lebih lanjut. Kepada wartawan ia menjelaskan bahwa dirinya telah lama menjalin hubungan dan terlibat dalam pergaulan dengan masyarakat dunia.

“Sebagai President of ACRP dan Co-President of WCRP, atau tokoh agama se-Asia dan Dunia, saya telah berhubungan dengan para pemimpin agama dari semua agama, termasuk Yahudi, Kristan, dan Islam. Ketiga agama itu merupakan agama samawi atau Abrahamic religions. Karena itu ketiga agama itu perlu saling mendekat dan hidup berdampingan secara damai, serta mengembangkan kerja sama peradaban untuk kemanusiaan,” papar Din.

Din berpendapat, banyak persoalan di dunia terkait tiga agama samawi itu. Seperti persoalan Palestina – Israel maupun Islam – Barat. Ia mempunyai obsesi ketiganya dapat duduk bersama untuk perdamaian.

“Mereka (kaum Yahudi) itu powerfull di bidang politik, ekonomi, bisnis, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Saya merasa mendapat kehormatan untuk hadir dalam kongres Yahudi se-Dunia tersebut. Dan saya hanya satu-satunya tokoh muslim yang bicara dalam kongres itu. Saya menyampaikan pandangan Islam di depan kaum Yahudi, itu kan menarik. Bagi saya inilah kesempatan kita untuk berdakwah,” ungkap Din.

Beberapa wartawan sempat bertanya, apakah kehadirannya dalam Kongres Yahudi se-dunia itu tidak mencederai umat Islam, terlebih bangsa Palestina yang dijajah oleh Israel? Ia menjawab dengan pertanyaa.

“Apanya yang mencederai? Siapa yang kontroversial? Kita menjelaskan agama kita kan bagus,” jelas Din dengan suara meninggi saat memberi klarifikasi.

Ia meminta umat Islam hendaknya memandang persoalan yahudi tidak secara sempit.

“Kita harus memandangnya secara objektif, jernih dan cerdas. Jangan memandangnya dengan picik. Ketika saya sampaikan tentang Islam dan ayat Al Qur’an, mereka bisa memahami. Ia juga menjelaskan, Islam bisa hidup berdampingan secara damai, saling taaruf (saling mengenal) dan lakum dinukum waliyadin.” Dalihnya. (qathrunnada/kiblat.net)

Leave a Reply